BPA Universitas Swadaya Gunung Jati menggelar " Coaching Clinic Penyusunan Kurikulum"

Admin | 22 Dec 2020

Senin (30/11/2020), Badan Pengembangan Akademik Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) menggelar " Coaching Clinic Penyusunan Kurikulum KKNI Berorientasi Dunia Kerja (Implementasi Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM))" di Auditorium UGJ dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 . Dalam kegiatan itu, peserta kegiatan adalah para Wakil Dekan 1, Kaprodi, Sekprodi , Tim Penyusun Kurikulum Prodi dan Perwakilan Dosen dari tiap Prodi di lingkungan UGJ. kegiatan ini adalah bentuk dari rangkaian kegiatan Revitalisasi Kurikulum UGJ dalam persiapan implementasi Merdeka Belajar - Kampus Merdeka. Kegiatan di buka oleh Kepala Badan Pengembangan Akademik UGJ, Bapak Dr. I. Robia. Khaerudin, Drs., M.Pd. Menurut beliau bahwa kegiatan coaching clinic ini adalah lanjutan dari rangkaian kegiatan revitalisasi kurikulum UGJ yang sebelumnya dimulai dari webinar pemahaman tentang Program MBKM yang dilaksanakan 20 Juli 2020, kemudian penyusunan panduan kurikulum KKNI Beorientasi Dunia Kerja (Implementasi Merdeka Belajar - Kampus Merdeka), sosialisasi serta penugasan penyusunan kurikulum dan coaching clinic penyusunan kurikulum dengan pemateri dan pereview adalah Dr. Rusman, M.Pd. selaku ketua Program Studi S2 dan S3 Pengembangan Kurikulum Universitas Pendidikan Indonesia. 

 

Dalam kesempatan ini,  Dr. Rusman, M.Pd mengatakan bahwa Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon sangat konsisten dan selalu berupaya dalam mengimplementasikan MBKM. Tercatat sudah 4 bulan dari sosialisasi pemahaman MBKM, sudah menghasilkan kegiatan penyusunan kurikulum, juga draft kurikulum dari beberapa Program Studi. Apresiasi ini beliau sampaikan mengingat di kampusnya UPI juga saat ini sudah mulai mengimplementasikan MBKM walaupun sudah jauh-jauh hari mensosialisasikan MBKM. 

 

Kurikulum UGJ mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012. Untuk itu dalam pengelolaan perguruan tinggi, tidaklah cukup hanya membuat perencanaan sampai ke sistem hasil (output) saja, tetapi harus menyentuh aspek dampak hasil (outcome).  UGJ berupaya tidak saja membuat perencanaan bagaimana menghasilkan lulusan, memproduksi karya ilmiah, dan meningkatkan pengabdian masyarakat, tetapi juga membuat desain apa yang bisa dikerjakan oleh para lulusannya dalam dunia kerja. Selain KKNI, Kurikulum UGJ juga mengacu pada Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). Dalam SN-Dikti tersebut, Perguruan Tinggi wajib memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela (dapat diambil atau tidak): Dapat mengambil sks di luar perguruan tinggi sebanyak 2 semester (setara dengan 40 sks). Ditambah lagi, dapat mengambil sks di prodi yang berbeda di PT yang sama sebanyak 1 semester (setara dengan 20 sks)”. Sedangkan kegiatan mahasiswa yang dapat dilaksanakan di luar kampus ada 8 kegiatan yaitu 1) magang/praktek kerja, 2) proyek di desa, 3) mengajar di sekolah, 4) pertukaran pelajar, 5) penelitian/riset, 6) kegiatan wirausaha, 7) studi/proyek independen, dan 8) proyek kemanusiaan. Hal ini yang dikenal dengan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.

 

Jika sudah mengacu pada KKNI dan SN-Dikti maka kurikulum UGJ sudah mengacu pada Outcome Based Education (OBE). Karena di dalam OBE sudah mengarah pada capaian pembelajaran dan ini adalah konteks yang akan dibawa pada kurikulum Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ). Selain itu pula dalam mengembangkan kurikulum berdasarkan OBE atau pendidikan berbasis capaian tentunya tidak terlepas dari mempertemukan dua aspek dari segi visi kelilmuan dan analisis kebutuhan (sinyal pasar) dimana akan dihasilkan profil lulusan dan capaian pembelajaran, sehingga ini menjadi hal yang sangat relevan dengan pengembangan kurikulum Universitas Swadaya Gunung Jati selain kita mengacu pada KKNI dan SN-Dikti tetapi juga berorientasi pada dunia kerja.